gnome-panel di Blankon 7 (seven)

Berikut ini akan ikutan menshare gimana cara membuat tampilan blankon 7 (seven / seceng) dengan gnome-panel karena Blakon 7 yang di rilis tanggal 17 Agustus 2011 pakai blankon-panel sebagai pengganti gnome-panel. akan tetapi karena saya lebih suka pakai gnome-panel sehingga sempat mencari gimana cara merubah blakon-panel ke gnome-panel. artikel ini berasal dari http://rezzafri.wordpress.com dimana tidak menghilangkan blakon-panel tetapi cuma menambah gnome-panel. berikut caranya:
Agar sesi klasik dapat digunakan kita bisa melakukan langkah berikut :

1. Install gnome-panel
sudo apt-get install gnome-panel nux-tools

2. edit file /usr/share/gnome-session/sessions/classic-gnome.session

sudo gedit /usr/share/gnome-session/sessions/classic-gnome.session

ubah blankon-panel menjadi gnome-panel, menjadi seperti berikut :

[GNOME Session]
Name=Classic GNOME
Required=windowmanager;panel;filemanager;
Required-windowmanager=gnome-wm
Required-panel=gnome-panel
Required-filemanager=nautilus
DefaultApps=gnome-settings-daemon;
IsRunnableHelper=/usr/lib/nux/unity_support_test --compiz
FallbackSessionsID=GNOME2d
GNOME2d=2d-gnome

3. Restart Blankon

4. Pilih Blankon Classic, pada layar login GDM pilih ‘Blankon Classic’, selesai. Jika kita ingin masuk ke tampilan baru tinggal pilih sesi ‘Blankon’.

Misi Pengambang BlankOn Untuk Indonesia


Pada waktu ikut seminar BlanKonf#3 di semarang yang begitu hebatnya anak-anak muda telah berhasil menjadi pengembang sebuah distro yang sudah mendunia. semoga saja misi-misi anak-anak muda yang ada bisa terwujud dengan menjadi pengembang BlankOn. Dan mulai hari ini mulai kita tanamkan Cinta Indonesia dengan menggunakan logo yang saya sertakan pada postingan hari ini. berikut saya kutip visi dari blankon yang saya ambil dari dev.blankonlinux.or.id.
Proyek BlankOn bertujuan untuk mengembangkan ekosistem baru dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka. Pengembangan dilakukan dengan cara meningkatkan kecakapan sumber daya lokal sehingga mampu dan kompeten di dalam pengembangan perangkat lunak bebas dan terbuka, mulai dari yang teknis seperti pengembangan aplikasi dan distribusi Linux, hingga hal-hal non-teknis seperti kepemimpinan dan kemampuan membangun komunitas hingga solusi komersial berbasis BlankOn.

Ekosistem yang diharapkan tercipta adalah kumpulan perorangan, entitas pendidikan, perusahaan, dan organisasi baik nirlaba, komersial maupun pemerintahan, yang menggunakan BlankOn sebagai landasan dalam melakukan kegiatannya. Di sini, terdapat orang-orang yang semula berjiwa konsumtif namun setelah terjun dan terlibat dalam ekosistem, menjadi orang-orang yang berjiwa produsen dan inovatif. Dalam ekosistem, orang-orang dirangsang untuk menghasilkan, apa pun bentuknya, mulai dari kode, pemikiran-pemikiran, karya seni, hingga kegiatan-kegiatan bisnis yang menguntungkan.

Ekosistem yang tercipta diharapkan akan menghasilkan beragam produk dan hasil karya, dan menjadi mesin perpetual yang kembali memberi manfaat ke proyek BlankOn dalam bentuk dana, masukan-masukan, dan tenaga.

Distribusi Linux BlankOn dijadikan ajang latihan untuk mencapai cita-cita ini. Dalam kegiatan pengembangan, diasah beragam keterampilan teknis dan non-teknis, mulai dari perancangan hingga proses produksi, mulai dari penulisan kode hingga pembangunan komunitas. Kegiatan dilakukan dengan sistem perekrutan dan mentoring berantai, artinya, orang yang direkrut dan dilatih hari ini besok diharapkan dapat merekrut dan melatih orang yang baru.

Misi yang tercantum di sini mungkin dapat dianggap terlalu bombastis dan merindukan bulan. Tapi inilah cita-cita yang hendak dicapai, berapa lama pun waktu yang perlu dihabiskan.

begitu mulainya cita-cita BlankOn semoga aja orang yang membaca ini dapat tergugah dengan ikut menjadi pengembang.

Install Nginx di Blankon Pattimura


Tutorial ini aku buat biar ga lupa sih, maklum sering lupa, kemudian untuk menjawab temen Agus Purnomo (Gus Pur), dalam tutorial ini dibuat dengan blankon pattimura, langsung aja ya.
1. Install Paket
sudo apt-get install nginx mysql-server php5-cgi php5-mysql phpmyadmin

oke saya anggap bisa install ya, sebelum nanti di tanyakan aku kasih aja langkahnya, pada waktu ditanya password mysql-server di masukkan aja sesuai selera anda, kemudian kalau nanti pada waktu di tanya dbconfig pilih no/tidak, kemudian kalau di tanya menghubungkan dengan apache atau light, tidak di pilih salah atunya karena kita ga pakai apache.
2. Konfigurasi php5-cgi
buat file php-fastcgi
sudo gedit /etc/init.d/php-fastcgi

isikan dengan
#!/bin/bash
BIND=127.0.0.1:9000
USER=www-data
PHP_FCGI_CHILDREN=15
PHP_FCGI_MAX_REQUESTS=1000

PHP_CGI=/usr/bin/php-cgi
PHP_CGI_NAME=`basename $PHP_CGI`
PHP_CGI_ARGS="- USER=$USER PATH=/usr/bin PHP_FCGI_CHILDREN=$PHP_FCGI_CHILDREN PHP_FCGI_MAX_REQUESTS=$PHP_FCGI_MAX_REQUESTS $PHP_CGI -b $BIND"
RETVAL=0

start() {
echo -n "Starting PHP FastCGI: "
start-stop-daemon --quiet --start --background --chuid "$USER" --exec /usr/bin/env -- $PHP_CGI_ARGS
RETVAL=$?
echo "$PHP_CGI_NAME."
}
stop() {
echo -n "Stopping PHP FastCGI: "
killall -q -w -u $USER $PHP_CGI
RETVAL=$?
echo "$PHP_CGI_NAME."
}

case "$1" in
start)
start
;;
stop)
stop
;;
restart)
stop
start
;;
*)
echo "Usage: php-fastcgi {start|stop|restart}"
exit 1
;;
esac
exit $RETVAL


3. Memberi hak akses ke file php-fastcgi
sudo chmod +x /etc/init.d/php-fastcgi
sudo service php-fastcgi start
sudo update-rc.d php-fastcgi defaults

4. Konfigurasi nginx
sudo gedit /etc/nginx/sites-available/default

lihat yang telah aku konfigurasi
# You may add here your
# server {
# ...
# }
# statements for each of your virtual hosts to this file

##
# You should look at the following URL's in order to grasp a solid understanding
# of Nginx configuration files in order to fully unleash the power of Nginx.
# http://wiki.nginx.org/Pitfalls
# http://wiki.nginx.org/QuickStart
# http://wiki.nginx.org/Configuration
#
# Generally, you will want to move this file somewhere, and start with a clean
# file but keep this around for reference. Or just disable in sites-enabled.
#
# Please see /usr/share/doc/nginx-doc/examples/ for more detailed examples.
##

server {
#listen 80; ## listen for ipv4; this line is default and implied
#listen [::]:80 default ipv6only=on; ## listen for ipv6
listen 80;
#root /usr/share/nginx/www;
root /home/xwaja/public_html;
index index.html index.htm index.php;

# Make site accessible from http://localhost/
server_name localhost;

location / {
# First attempt to serve request as file, then
# as directory, then fall back to index.html
try_files $uri $uri/ /index.html;
}

location /doc {
root /usr/share;
autoindex on;
allow 127.0.0.1;
deny all;
}

location /images {
root /usr/share;
autoindex off;
}

#error_page 404 /404.html;

# redirect server error pages to the static page /50x.html
#
error_page 500 502 503 504 /50x.html;
location = /50x.html {
root /home/xwaja/public_html;
}

# proxy the PHP scripts to Apache listening on 127.0.0.1:80
#
#location ~ \.php$ {
# proxy_pass http://127.0.0.1;
#}

# pass the PHP scripts to FastCGI server listening on 127.0.0.1:9000
#
location ~ \.php$ {
fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
fastcgi_index index.php;
include fastcgi_params;
}

# deny access to .htaccess files, if Apache's document root
# concurs with nginx's one
#
location ~ /\.ht {
deny all;
}
}


# another virtual host using mix of IP-, name-, and port-based configuration
#
#server {
# listen 8000;
# listen somename:8080;
# server_name somename alias another.alias;
# root html;
# index index.html index.htm;
#
# location / {
# try_files $uri $uri/ /index.html;
# }
#}


# HTTPS server
#
#server {
# listen 443;
# server_name localhost;
#
# root html;
# index index.html index.htm;
#
# ssl on;
# ssl_certificate cert.pem;
# ssl_certificate_key cert.key;
#
# ssl_session_timeout 5m;
#
# ssl_protocols SSLv3 TLSv1;
# ssl_ciphers ALL:!ADH:!EXPORT56:RC4+RSA:+HIGH:+MEDIUM:+LOW:+SSLv3:+EXP;
# ssl_prefer_server_ciphers on;
#
# location / {
# try_files $uri $uri/ /index.html;
# }
#}

karena aku rubah default dari folder nginx yaitu dari /usr/share/nginx/www ke /home/xwaja/public_html (nama xwaja merupakan nama user yang aku pakai) kemudian setelah anda rubah itu jangan lupa membuat folder public_html didalam useranda.

5. restart nginx anda
sudo service nginx restart